Mengapa yang kaya Semakin Kaya

Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus,
dan yang miskin bablas miskin.

Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya
bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan).
Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang
menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang
disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian
sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka
bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas,
sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang
menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang
lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih,
komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang
lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk
kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar,
mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan
seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

Kenapa orang miskin bablas miskin ?

Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.

Contoh :

Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar,
beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di
restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.

Pertanyaannya :

Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang
menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab,
Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?

USAHA CETAK PHOTO DIGITAL

Senang rasanya bisa berkenalan dengan anda yang menginginkan perubahan dalam hidup dan yang jelas saya akan memberikan penjelasan secara detail bahwa untuk membuka suatu usaha seperti cetak photo digital / digital Printing tidak harus bermodal besar .atau butuh sewa tempat yang mahal agar usaha kita bisa sukses.
perubahan itu sudah saya alami sekarang , dimana saya sudah mempunyai suatu bentuk usaha dengan modal yang begitu ringan dan penghasilan yang diperoleh begitu besar hingga keuntungan bisa mencapai 1500% dari modal yang kita keluarkan.

Usaha yang sudah saya bangun adalah membuka usaha”Cetak Photo Digital / Digital Printing” dengan modal 3 juta rupiah, saya telah memiliki usaha cetak photo digital Dengan peralatan cetak photo yang lengkap +Tempat yang strategis dimana orang-orang berkumpul.

Bagi anda yang berminat ingin mengikuti jejak saya tidak usah takut ,karena untuk usaha ini tidak memerlukan keahlian yang khusus,karena program / Software yang digunakan sangat memasyarakat,dan dengan sedikit trik, kita bisa mencetak photo dengan hasil yang maksimal.
bagi yang sudah memiliki komputer / Laptop dirumah tentunya biaya yang dibutuhkan untuk membuka usaha ini semakin ringan karena sebagian sarana yang diperlukan sudah anda miliki.
perlu anda ketahui , bahwa sekarang hampir setiap orang memiliki Handphone walaupun sebagian belum berkamera,tapi hampir setiap orang sekarang menggunakan Handphone nya sebagai sarana berkomunikasi dan mengabadikan momen-momen penting dengan Handphone yang berkamera yang selanjutnya tentunya akan di Cetak, Kamera konvensional yang menggunakan negative Film pun sudah hampir tidak di lirik orang dikarenakan biaya yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan memiliki Kamera Digital yang lebih simpel dan ekonomis.

INI ADALAH MARKET KITA YANG LUAR BIASA…………..

Ini adalah kesempatan kita menyediakan apa yang mereka butuhkan untuk mengabadikan hasil jepretan mereka baik menggunakan handphone maupun Kamera digital.
inilah saatnya anda mencoba apa yang saya sarankan agar apa yang menjadi market dihari ini tidak direbut orang begitu saja.

Inilah Peralatan yang anda perlukan :

· 1 Set Komputer P4 dengan spek :Intel 2,0 Ghz ,HD 40 Gb, 512Mb, VGA 64, CD RW 16x

· 1 Set Printer Photo (saya sarankan menggunaka Printer Epson yg telah teruji hasil cetaknya)

· Bluetooth

· InpraRed

· Card Reader

· Adafter untuk memori yang menggunakan Micro SD

· Pemotong kertas

· Kertas photo yg murah dengan kualitas baik

· Etalase dengan ukuran 1,5 M x 0,8 M + Banner


Dengan peralatan tersebut diatas kita sudah bisa membuka usaha cetak photo digital,.
perlu anda ketahui bahwa untuk tahap awal kita membuka usaha ini tidak perlu langsung menyediakan alat berlebihan, misalnya langsung membeli 3 set alat cetak photo biar kelihatan bonafide. yang lebih utama adalah mencari marketnya karena dengan 1 peralatan cetak photopun sudah bisa terwakili, percuma kita bermodal 3 kali lipat bila dalam pelaksanaanya kita tidak bisa menarik konsumen untuk mau mencetak photo ditempat kita,sungguh akan mubazir apa yang telah kita keluarkan.
saran saya promosi yang bagus yang akan membuat kita memaksa menambah peralatan yang kita butuhkan, itu akan berjalan dengan sendirinya.

Trik Market yang harus ditempuh :

· Cari tempat usaha yang orang lain selalu datang setiap saat ke tempat kita.

· Di bulan pertama buat brosur dan bagikan kesetiap orang yang lewat atau simpan disalah satu tempat yang orang bisa menjangkaunya

· Beri harga promosi dibulan pertama dengan harga yang lebih rendah dibanding ditempat lain

· Beri pelayanan yang maksimal kepada konsumen kita dan berikan brosur untuk diberikan kepada teman/kerabatnya

· Berikan bonus bila konsumen mencetak photo dengan jumlah yang banyak,agar dia mau balik lagi untuk cetak photo ditempat kita

Silahkan anda coba sendiri trik tersebut diatas dan rasakan kemajuan pada usaha yang kita jalankan dibulan selanjutnya, kita tak perlu lagi menyebarkan brosur karena konsumen sendiri yang akan memberitahukan kepada yang lain tentang keberadaan kita.

satu yang harus diperhatikan! jangan pernah menurunkan hasil kualitas photo pada saat kita sudah maju, bahkan seharusnya pelayanan terhadap konsumen harus lebih ditingkatkan.
banyak orang yang salah kaprah membuka usaha cetak photo dengan menyewa tempat berpuluh-puluh juta hanya untuk mendapatkan tempat yang strategis,misalnya dipinggir jalan,atau dekat dengan sekolah-sekolah, padahal market yang sebenarnya bukan berada disana…….ya.. walaupun menghasilkan tapi tidak seberapa dibanding dengan modal yang kita keluarkan,dan pada akhirnya akan menjadi bumerang karena kita harus membayar sewa tempat lagi di tahun mendatang.
saya memberikan saran berdasarkan hasil pengalaman yang saya jalankan agar usaha yang kita rintis sudah menghasilkan pendapatan yang lumayan diawal bulan pertama kita membuka usaha ini.Bagi anda yang ingin bertanya seputar membuka usaha ini bisa mengirimkan email ke:

arman_padagu@yahoo.co.id


pertanyaan sahabat akan saya balas secepatnya.

atau bagi sahabat yang berdomisili di Kota jabodetabek yang butuh pertolongan saya untuk bisa menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk usaha ini sampai dengan mengajarkan software yang dibutuhkan + trik yang dibutuhkan agar hasil photo lebih maksimal dengan penggunaan tinta yang minimal, silahkan sahabat bisa mengirim Email atau SMS dengan alamat diatas, saya akan bantu sampai sahabat siap segalanya, dan raihlah sukses bersama di bidang usaha cetak photo Digital.

 

USAHA CETAK DIGITAL SERBA HEMAT

Teknologi computer & printer yang ada sekarang, telah memungkinkan kita untuk mencetak tidak hanya teks & gambar sederhana, namun sudah dapat mencetak  dengan hasil kualitas foto. Bahkan apabila menggunakan kertas khusus untuk foto, hasilnya menyerupai cetak foto lab.

 

Perkembangan teknologi yang ada sekarang ini, tidak hanya mencetak foto di atas selembar kertas, tetapi juga mencetak foto di atas : T-Shirt / Kaos, Bantal, Gelas Mug, Keramik, Piring, Topi, Pin/Bross, Jam, Kalender Gantung, dll.

Hasil cetaknya jelas dengan kualitas foto, full color, tahan air & tahan lama.

Sekalipun tanpa keahlian design, dengan tersedianya koleksi gambar2 (templates), proses produksi produk2 tersebut, dengan design / gambar yang cantik & menarik, tetap merupakan suatu proses yang mudah dikerjakan. Proses pengerjaannya dapat dibilang instant, cepat dan praktis, hanya seperti mencetak gambar biasa keatas kertas, kemudian ditransfer ke atas media yang diinginkan, menggunakan mesin yang sesuai. Penggunaan mesin transfer tersebut juga dapat dibilang sangat mudah, tidak memerlukan keahlian khusus.

 

Produk2 yang dapat dihasilkan ini sekarang banyak diminati oleh masyarakat, baik sebagai kebutuhan maupun sebagai souvenir. Dengan kejelian melihat peluang ini, terbuka kesempatan untuk memulai suatu usaha cetak digital, dengan varian produk yang sangat luas. Biaya produksi sangat murah, memungkinkan hasil produk dapat dijual dengan harga yang terjangkau, dengan tetap menjanjikan keuntungan yang terbilang masih sangat bagus. Apalagi dengan pesaing yang belum banyak, tentunya merupakan kesempatan emas bagi banyak orang di semua daerah dan pelosok.

 

Usaha cetak digital ini cocok dikembangkan di banyak segmen, dari mulai home industri, tempat usaha yang strategis seperti pusat keramaian, pusat perbelanjaan, tempat bermain anak, tempat wisata, sampai dengan kebutuhan untuk perkantoran.

 

Investasi yang dibutuhkan juga terbilang sangat minim, apalagi jika telah memiliki Komputer dan perangkat proses digital lainnya. Apabila telah memiliki printer dengan merek dan jenis tertentu juga dapat digunakan untuk usaha ini.

Untuk transfer hasil cetak foto keatas produk2 tersebut, dahulu dibutuhkan mesin yang berbeda2, mengharuskan kita memiliki beberapa mesin, sehingga membuat investasi menjadi sangat tinggi. Namun sekarang, Spectra Digital (Bandung), perusahaan yang bergerak di bidang ini sejak tahun 2000, menawarkan solusi HEMAT INVESTASI untuk anda.

Perusahaan ini telah membuat satu mesin, yang memungkinkan konsumen untuk memproduksi :  T-Shirt / Kaos, Bantal, Gelas Mug, Keramik, Piring, Topi, Pin/Bross, Jam, Kalender Kain Gantung, cukup menggunakan 1 (SATU) MESIN saja !

Bahan kaos / t-shirt / bahan2 dari kain yang harus memiliki kandungan polyester, termasuk mudah & murah diperoleh di mana saja. Juga bahan keramik /mug / piring polos yang harus dilakukan proses coating terlebih dahulu, termasuk mudah dilakukan.

Untuk mempermudah dan memastikan memperoleh bahan baku dengan kualitas terbaik, dapat menggunakan bahan2 t-shirt, kaos, mug, keramik, piring yang sudah siap untuk ditransfer, hasil produksi Spectra Digital.

 

Mesin ini memiliki merek ALL IN ONE®. Merupakan hasil produksi dan ide cemerlang anak bangsa, yang memikirkan solusi usaha cetak digital yang hemat investasi, hemat tempat, hemat daya listrik.

Mesin ini dirancang khusus menggunakan modul yang dapat diganti2 (cabut-pasang), sehingga memungkinkan digunakan untuk memproduksi produk yang berbeda2.

Mesin dapat dibeli baik secara lengkap (semua modul), maupun hanya dengan 1 pilihan modul saja.

 

Penggunaan daya listrik termasuk paling kecil dibanding mesin2 lain dipasaran, sebagai dukungan terhadap program pemerintah untuk penghematan energi, juga agar biaya pengoperasiannya murah, daya listrik yang digunakan hanya antara 300 – 800 watt (berbeda2 tergantung jenis modul yang digunakan). Apabila dibandingkan dengan mesin import dengan daya sampai dengan 2000 watt, dapat dikatakan mesin ini lebih cocok digunakan untuk keadaan di Indonesia.

 

Untuk skala home industri, listrik rumah biasanya hanya 900-1300 watt, sudah dapat memulai usaha cetak digital menggunakan mesin ini. Untuk tempat2 usaha di pusat perbelanjaan, yang biasanya memberikan listrik terbatas, juga lebih mungkin.

 

Dari segi ukuran, mesin dengan dimensi Panjang x Lebar x Tinggi = 32x32x60cm ini, terbilang sangat kecil dan hemat tempat. Sehingga untuk digunakan di tempat2 keramaian, atau pusat perbelanjaan, yang ukuran tempatnya terbatas, akan menjadi suatu keuntungan tersendiri.

 

Sebagai bukti kualitas produksi, Spectra Digital memberikan garansi penuh selama 6 bulan, untuk mesin ini, terhadap kerusakan dan masalah2 yang terjadi / timbul karena kesalahan pabrikasi.

 

 

 

 

Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dan membuatnya sukses.

Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dan membuatnya sukses.

1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.

2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.

3. Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya.

4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.

5. Tulis perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang memulai bisnis yang tidak akan sukses

6. Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.

7. Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.

8. Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.

9. Jadi lah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.

10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.

“Entrepreneurial Intelligence (Entre Q)”

Sungguh suatu ironi, bahwa sebagian besar kelompok masyarakat kelas menengah atas dan berpendidikan tinggi ini tidak mampu mengkapitalisasi pendapatan yang mereka peroleh secara kreatif sehingga menjadi aset yang bisa memberikan jaminan bagi hari tua dan masa depan anak-anaknya. Kelompok ini tidak hanya terdiri dari para profesional saja tetapi juga mencakup para pengusaha muda dan pemilik bisnis yang notabene selama ini termasuk dalam kategori “wirausaha” atau “entrepreneur” yang sukses.

Mereka mampu memperoleh pendapatan yang besar (rich) tetapi tidak mampu mengelolanya dengan baik, sehingga dengan gaya hidup yang berlebihan akhirnya mereka menjadi konsumtif dan tidak memiliki kemapanan secara finansial (wealthy). Dalam Sajian Utama majalah SWA edisi 21 Juli 2004, berdasarkan survei Citibank bekerja sama dengan AC Nielsen, tergambar bahwa 80% professional, manager, executive & businessman usia 30 – 45 tahun, yang bergaji Rp 15,2 – 20,7 juta/bulan terancam miskin di hari tua. Mereka konsumtif, besar pasak daripada tiang, investasi kacau dan tak siap di hari tua.

Inilah salah satu hal yang mendorong saya untuk menulis topik mengenai kecerdasan kewirausahaan (entrepreneurial intelligence atau Entre-Q) sebagai bagian dari manajemen diri, yaitu bagaimana kita dapat mengendalikan kehidupan kita, secara finansial, emosional, sosial dan spiritual baik di masa kini maupun di masa depan. Tulisan ini bukan mengenai bagaimana menjadi pengusaha sukses, bukan pula tentang bagaimana memulai bisnis Anda sendiri. Tetapi melalui tulisan ini saya mencoba mengubah pola pikir dan pola tindak kita dalam membangun sikap dan perilaku entrepreneur dalam diri kita. Entre-Q kami definisikan dalam bahasa Inggris sebagai “the spirit and ability to create added value from the implementation of creativity and personal strengths into a sustainable and profitable business venture,” yaitu dorongan hati dan kemampuan seseorang untuk memanfaatkan kreativitas dan kekuatan pribadinya menjadi sebuah usaha atau bisnis yang bisa memberi nilai tambah bagi dirinya. Dengan kata lain, Kecerdasan berwirausaha (Entrepreneurial Intelligence) adalah kemampuan seseorang dalam mengenali dan mengelola diri serta berbagai peluang maupun sumber daya di sekitarnya secara kreatif untuk menciptakan nilai tambah maksimal bagi dirinya secara berkelanjutan.Seperti yang diuraikan dalam artikel di atas, untuk mencegah kemungkinan kesulitan keuangan di hari tua, kita harus mengubah paradigma untuk mulai berorientasi ke arah kemapanan finansial dibanding kekayaan semata, diikuti dengan melakukan perencanaan keuangan dan investasi. Salah satunya antara lain adalah dengan memulai dan membangun bisnis yang dapat memberikan passive income (pendapatan yang terus kita peroleh meskipun kita sudah tidak bekerja lagi) yang dapat menjamin hari tua kita. Kecerdasan wirausaha (Entrepreneurial Intelligence) bukan sekedar keterampilan membangun bisnis semata, tetapi lebih dari itu adalah sebuah pola pikir dan pola tindak yang menghasilkan kreativitas dan inovasi yang bertujuan untuk senantiasa memberikan nilai tambah dari setiap sumber daya yang kita miliki. Setiap kita dapat menjadi entrepreneur yang sukses dan mencapai kemapanan finansial untuk meraih semua impian-impian kita. Setiap kita diciptakan Tuhan untuk memiliki kehidupan terbaik serta memberi manfaat bagi dunia di sekitar kita. Tuhan telah memberikan anugerah yang luar biasa kepada manusia, yaitu: kesadaran diri, imajinasi, hati kecil (conscience), dan kehendak bebas untuk menyadari keberadaan dan misi hidup kita, serta mengambil keputusan untuk menjadi (to be) apa pun yang kita impikan. Jika kita memilih untuk menjadi entrepreneur yang sukses, hal pertama yang perlu kita miliki adalah keyakinan dan keberanian untuk memulai langkah pertama kita, keluar dari zona kenyamanan kita dan mulai mengubah diri (transformasi) melalui serangkaian kebiasaan-kebiasaan baru menjadi seorang entrepreneur. Karena kita tidak bisa mengharapkan hasil yang berbeda dengan melakukan hal-hal yang sama berulang-ulang. Untuk menjadi entrepreneur sukses kita harus berubah. Kita harus memiliki keberanian untuk mengambil langkah pertama dan senantiasa fokus kepada impian kita. Untuk berubah menjadi seorang entrepreneur yang sukses, ada sepuluh kebiasaan yang perlu kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu:

Kebiasaan #1 : Find Your Purpose and Dream All the Time

Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan. Setiap saat kita mencapai target, goal atau impian kita, maka segeralah membuat impian-impian baru yang dapat memacu kita dan memberi semangat serta antusiasme untuk mencapainya. Biasakanlah untuk memiliki target, baik harian, bulanan maupun tahunan. Apakah itu berupa peningkatan omset usaha, tingkat keuntungan, mobil idaman, rumah baru, kantor baru, dan sebagainya. Apa pun impian atau target kita, ingat kata kunci SMART (specific, measurable, achieveable, Reality-based, Time frame): harus spesifik dan jelas, terukur, dapat dicapai berdasarkan realitas atau kondisi kita saat ini dan memiliki jangka waktu tertentu.

Kebiasaan #2: Never-ending Innovation

Kebiasaan kedua adalah inovasi tiada henti. Seorang entrepreneur harus segera menerjemahkan impian-impiannya menjadi inovasi untuk pengembangan bisnisnya. Jika impian dan tujuan hidup kita merupakan fondasi bangunan bisnis kita, inovasi dapat diibaratkan pilar-pilar yang menunjang kokohnya bisnis kita. Impian saja tidak cukup. Impian harus senantiasa ditunjang oleh inovasi yang tiada henti sehingga bangunan bisnis kita menjadi kokoh dalam badai kesulitan dan tantangan. Setiap fondasi baru yang kita buat, harus diikuti oleh pilar-pilar bangunan sebagai kerangka bangunan keseluruhan. Setiap impian harus diikuti dengan inovasi sebagai kerangka pengembangan, kemudian barulah diikuti dengan product management, customer management, cashflow management, systems, dan sebagainya. Inovasi adalah kreativitas yang diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat diimplementasikan dan memberikan nilai tambah atas sumber daya yang kita miliki. Jadi untuk senantiasa dapat berinovasi kita memerlukan kecerdasan kreatif (creative intelligence). Caranya adalah dengan berlatih untuk senantiasa menurunkan gelombang otak sedemikian sehingga kita dapat mencapai conscience kita sebagai sumber kreativitas dan intuisi bisnis kita.

Kebiasaan #3: Learn – Change and Grow

Kebiasaan ketiga yang sangat penting bagi seorang entrepreneur adalah senantiasa belajar, belajar dan belajar. Kehidupan ini penuh dengan berbagai peluang dan kesempatan untuk kemajuan, penyempurnaan dan pertumbuhan. Banyak sekali rahasia kehidupan yang harus dipecahkan dan hal-hal baru yang diciptakan oleh umat manusia untuk memenuhi impian dan membangun kenyamanan hidup. Oleh karenanya senantiasa tersedia ruang bagi munculnya gagasan ataupun ide-ide baru, perubahan dan penyempurnaan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Sehingga ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa berkembang. Berarti bahwa sesungguhnya kehidupan ini masih banyak sekali rahasia yang harus dipecahkan oleh umat manusia, melalui pengalaman dan pencarian yang tiada henti akan kebenaran. Makna lain dari pernyataan ini adalah bahwa apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita adalah bagian dari sebuah proses alami untuk membantu kita dalam belajar, berubah dan bertumbuh ke arah yang lebih baik. Manakala seorang entrepreneur berhenti untuk belajar dan memperbaiki diri, saat itulah berarti dia mengambil keputusan untuk berhenti menjadi seorang entrepreneur. Belajar bagi seorang entrepreneur sejati adalah proses yang dilakukan seumur hidup, seperti halnya perubahan itu senantiasa terjadi sepanjang perjalanan hidupnya.

Kebiasaan #4: Accumulate Your Assets

Tujuan akhir menjadi seorang entrepreneur bukanlah menjadi business owner maupun investor. Tujuan akhirnya adalah mencapai kebebasan finansial serta dapat meraih impian-impian kita. Ingat bahwa entrepreneur bukanlah profesi ataupun pekerjaan. Entrepreneurship adalah sebuah cara kita menjalani kehidupan kita. Seorang pemilik sebuah usaha yang sibuk bekerja untuk perusahaan miliknya belumlah menjadi seorang entrepreneur sejati (true entrepreneur). Ketika dia belum mampu meninggalkan pekerjaan tersebut dan bebas menggunakan waktu dan uang yang dimilikinya untuk mencapai impian atau menjalani kehidupan yang luar biasa (great life). Satu-satunya cara mencapai kebebasan finansial adalah dengan memiliki kebiasaan untuk mengakumulasikan atau menambah aset bagus kita di balance sheet sehingga menambah pemasukan ke dalam income statement kita. Cara yang paling mudah bagi kita untuk mulai memiliki kebiasaan ini adalah dengan menabung. Karena yang penting bukan berapa jumlah yang kita tabung, melainkan kesadaran bahwa setiap bulan kita menjadi lebih kaya. Balance sheet pribadi maupun usaha yang kita miliki harus senantiasa menunjukkan penambahan aset kita. Inilah satu-satunya indikator bahwa kita telah mengakumulasi kapital yang kita miliki.

Kebiasaan #5: Use Leverage Concept to Build Your Business
Seorang entrepreneur yang cerdas harus mampu menggunakan tenaga dan waktu orang lain untuk mencapai impiannya. Sebagai ilustrasi, tahukah Anda bahwa setiap beberapa jam, restoran waralaba hamburger MacDonalds membuka satu gerai baru di seluruh dunia. Bagaimana mereka dapat melakukan hal tersebut. Bayangkan betapa efisien dan canggihnya para eksekutif dan karyawan MacDonalds sehingga mampu membangun satu outlet restoran setiap beberapa jam saja. Inilah contoh kekuatan dari leverage (pengungkit). Contoh lain yang menarik adalah konsep pemasaran dengan sistem jaringan (network marketing). Bayangkan bahwa kita rata-rata bekerja 8 jam seminggu. Jika waktu produktif kita adalah 40 tahun, maka seumur hidup kita memiliki 80.000 jam kerja. Jika dalam jaringan kerja kita memiliki 1.000 anggota yang rata-rata bekerja satu jam sehari untuk bisnis network marketing kita, maka kita bisa menggantikan produktivitas seumur hidup kita hanya dalam 80 hari!!! Inilah kekuatan konsep leverage.

Kebiasaan #6: Nurture-Equip-Develop Your People

Untuk dapat mampu menggunakan waktu dan tenaga orang lain mengelola dan mengembangkan bisnis kita, seorang entrepreneur harus memiliki kemampuan dan passion untuk mengembangkan orang-orang di sekelilingnya. Seorang pemimpin yang baik tidak diukur dari berapa banyak pengikutnya atau pegawainya, tetapi dari kualitas orang-orang yang mengikutinya serta berapa banyak pemimpin-pemimpin baru di sekelilingnya. Biasanya tidak lebih dari 20% dari total orang-orang kita yang berpotensi untuk dikembangkan terus. Dari 20% orang-orang inilah kita memilih sekitar 20% dari mereka untuk kita kembangkan menjadi pemimpin-pemimpin yang kelak akan mengembangkan dan menggantikan kita. Inilah proses yang disebut dengan developing, yang tidak sekedar meningkatkan keterampilan tetapi lebih penting adalah mengembangkan karakter dan kemampuan intra maupun inter- personal sebagai pemimpin bisnis. Jadi seorang entrepreneur yang cerdas harus senantiasa mengembangkan orang-orang di sekelilingnya agar pada gilirannya dapat menggunakan konsep leverage untuk mengembangkan bisnisnya.

Kebiasaan #7: Systemize Your Business

Sebuah usaha baru dapat dikatakan established ketika sudah dapat membangun sistem bisnis yang efektif dan efisien. Seperti halnya tubuh manusia adalah sebuah sistem yang terdiri atas beberapa sistem, perusahaan adalah sebuah sistem juga yang terdiri dari beberapa sistem. Jika tubuh manusia terdiri atas antara lain: sistem aliran darah, sistem pernapasan, sistem pencernaan dan sebagainya, perusahaan juga terdiri atas sejumlah sistem antara lain: sistem operasional harian, sistem pengembangan produk, sistem inventori, sistem administrasi penjualan, sistem pengelolaan piutang, sistem pemasaran, dan sebagainya.Sebagai entrepreneur atau pemimpin bisnis, salah satu tugas utama kita adalah menyiapkan dan menyempurnakan sistem-sistem tersebut sehingga pada akhirnya organisasi tidak tergantung pada orang semata, tetapi sistem yang dijalankan oleh sumber daya manusia yang berkualitas.

Kebiasaan # 8: Build Network & Alliances

Saya mengenal tiga orang teman yang pernah mengalami kejatuhan dalam bisnis sehingga mereka harus memulai segala sesuatunya dari nol (bahkan negatif, karena saat itu mereka terbelit utang). Sekarang ketiganya telah berhasil mengatasi kesulitannya, namun dengan kondisi yang sangat berbeda. Dalam suatu kesempatan, saya bertanya kepada teman saya yang paling berhasil dari ketiga orang teman saya tersebut, apa yang menjadi rahasia keberhasilan dia. Pada awalnya ia menjelaskan kiat-kiat bisnis dan bisnis apa yang menurutnya sangat baik. Namun, jawaban dari pertanyaan mendasar saya apa yang paling penting untuk memulai segalanya dari nol adalah karena ia dibantu oleh jaringannya. Ia memiliki jaringan yang cukup kuat untuk membantunya, baik dari segi peluang bisnis, modal, maupun akses pada pemerintah. Memang, memiliki jaringan yang baik saja tidak cukup. Jaringan merupakan prasyarat penting bagi kita untuk memulai segala sesuatunya ketika kita tidak memiliki apa pun. Jangan meremehkan apa yang bisa dilakukan oleh jaringan kita. Sekali lagi bahwa no man is an island. Sekecil apa pun jaringan yang kita miliki sekarang, mulailah membangunnya serta merawat dan memeliharanya. Kita tidak pernah tahu kapan kita membutuhkan jaringan tersebut. Keberhasilan kita menjadi entrepreneur sejati sangatlah tergantung pada jaringan dan mitra bisnis kita. Oleh karena itu membangun jaringan dan mengembangkan aliansi dan kemitraan bisnis merupakan kebiasaan yang harus senantiasa kita kembangkan.

Kebiasaan #9: Be A Smart Investor

Salah satu kekuatan entrepreneur yang cerdas dan sukses adalah kemampuannya dalam mengelola portofolio asetnya sehingga senantiasa berkembang dan bertambah banyak. Kemampuan mengelola portofolio aset adalah kemampuan yang terbentuk karena kebiasaan dan pengalaman yang panjang. Oleh karena itu, kita harus memiliki kebiasaan untuk selalu belajar dan melakukan investasi bisnis yang tepat dalam pengelolaan portofolio aset kita. Menjadi entrepreneur yang sukses bukanlah sekedar memiliki usaha sendiri namun juga mampu mengelola portofolio aset kita dan mengembangkan bisnis secara vertikal dan horisontal.

Kebiasaan #10: The Power of Giving: Give and Be Grateful

Kebiasaan kesepuluh seorang entrepreneur sejati adalah beramal dan mengucap syukur. Tuhan telah menciptakan alam semesta dengan segala kelimpahannya untuk kita syukuri dan nikmati. Kita diberikan kuasa untuk menjadi co-creator, rekan sekerja Tuhan, untuk menciptakan realitas kehidupan yang kita inginkan. Inilah yang menjadi rahasia mengapa orang-orang sukses seperti Andrew Carnegie, Bill Gates, John Rockefeller, Alfred Nobel, dan sebagainya adalah philanthropist (dermawan) sejati. Mereka memahami benar makna memberi dan mengucap syukur (charity and gratitude). Proses penciptaan realitas kehidupan kita diawali dengan keyakinan. Cara menunjukkan keyakinan atau iman tersebut adalah dengan mengucap syukur atas kelimpahan berkat yang diberikan Tuhan (thankfulness in advance – to be grateful before the creation). Jadi mengucap syukur merupakan keharusan yang tidak bisa kita hindari jika kita ingin menciptakan atau memimpikan sesuatu. Seringkali kita justru berdoa dalam kerangka berpikir kekurangan (statement of lack), padahal justru sebaliknya kita harus berdoa dengan penuh rasa syukur atas segala berkat kelimpahanNya dalam kehidupan kita (statement of gratitude).

Beramal (charity) adalah pengungkapan syukur (gratitude) kita atas anugerah kelimpahan dari Tuhan, sehingga bawah sadar kita berpikir bahwa kita berkecukupan bahkan berkelimpahan (prosperity consciousness). Pesan inilah yang ditangkap alam pikiran bawah sadar kita, menjadi sebuah afirmasi yang jika berulang-ulang dilakukan, maka bawah sadar kita akan mencari jalan untuk mewujudkan kehidupan berkelimpahan itu bagi kita.

Semoga tulisan ini dapat membantu para profesional, eksekutif dan bahkan para pengusaha muda untuk menjadi lebih cerdas dalam mengelola aset dan sumber daya yang mereka miliki secara kreatif

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.